| Ditulis Oleh admint | |
| Thursday, 26 January 2012 | |
Hati tak bisa dibeli, hati memilih sendiri tanpa ada yang mempengaruhi. Dengan hati, kita bisa memilih jalan hidup kita sendiri tanpa ada intervensi. Dengan hati, kita akan selalu bahagia dan selalu tersenyum menjalani aktivitas sehari-hari. Tak ada yang bisa merubah pilihan yang berasal dari hati kecuali Tuhan, dan tentunya kita sendiri. Dengan hati kita bisa membenci dan menyukai. Ya, itulah hati. Mengatur hidup kita tanpa tahu apa yang akan terjadi nanti. Di sepakbola, para penonton pun kurang terlalu bersemangat jika di suatu pertandingan sepakbola yang mereka tonton bukanlah tim yang mereka sukai yang bermain. Ya, mereka suka karena hati mereka memilih tim yang mereka sukai atau mereka dukung tersebut. Apa yang mereka suka? Kreativitas kelompok supporter atau pendukung klub tersebut? Salah satu pemain dari klub tersebut? Atau permainan dari klub tersebut yang bagus atau menghibur? Lantas bagaimana jika salah satu pemain yang mereka suka di klub tersebut pergi atau pindah klub? Apakah mereka akan terus mendukung klub tersebut? Dan bagaimana jika permainan tim tersebut menjadi buruk dan kurang menghibur? Apakah mereka masih akan terus mendukung klub tersebut? Atau..... Ahhhh….. entahlah. Itu urusan hati mereka masing-masing. Tidak mungkin para pendukung Persija rela jauh-jauh menyeberangi laut dan melewati berbagai daerah untuk mendukung tim kesayangannya bertanding jika bukan karena rasa cinta dan kebanggaan mereka pada tim tersebut. Dan mana mungkin seorang pendukung persija rela meninggalkan aktivitas mereka sehari-hari yang lebih penting, hanya untuk melihat 22 pemain di lapangan hijau yang saling memperebutkan bola selama 90 menit. Semua itu mereka lakukan karena perasaan cinta dan kebanggaan mereka melihat dan mendukung tim kesayangannya, Persija Jakarta bermain. Darimana perasaan tersebut berasal? Tepat! Perasaan itu datang dari hati. Bermain dengan hati semestinya adalah salah satu elemen yang harus dimiliki seorang pesepakbola. Dengan bermain sepenuh hati, seorang pemain sepakbola akan bermain dengan kerja keras dan semangat yang tak pernah padam. 90 menit pertandingan mungkin bukanlah masalah bagi mereka yang bermain dengan sepenuh hati. Bermain dengan hati juga membuat mereka seharusnya berpikir bahwa bukanlah bermain semaksimal mungkin untuk tim, tetapi bermain sebaik mungkin untuk tim. Bermainlah dengan sepenuh hati, anggaplah semua elemen di dalam satu kesatuan persija adalah keluarga. Keluarga akan saling mendukung satu sama lain. Ingatlah bahwa jika kalian bermain, ribuan do'a dari para pendukung persija yang juga bagian dari keluarga kalian, bergema di udara mengiringi permainan kalian. Bermainlah dengan kebanggan kalian menggunakan kostum orange berlogo monas, dengan satu bintang diatasnya. Kita merasakan kekalahan sebagai keluarga, merasakan kemenangan pun juga sebagai keluarga. Jadi marilah kita bersama-sama berjuang sebagai keluarga. dan kalian sebelas macan yang bertarung di lapangan ; PLAY WITH YOUR PRIDE, PLAY WITH YOUR HEART !!! (@ICALICHIE- JO) Satu Jakarta Satu !!! |
Kamis, 26 Januari 2012
Bermainlah Dengan Hati Dan Kebanggaan
Senin, 23 Januari 2012
Mengintip Tradisi-tradisi Unik Perayaan Imlek
Imlek sama halnya dengan tahun baru masehi atau tahun baru hijriah umat Islam. Tahun baru Tionghoa ini dirayakan setiap tahunnya, sesuai dengan perhitungan tahun China. Dalam perayaan Imlek ini, rakyat Tionghoa mempunyai tradisi uniknya sendiri. Mau tau tradisi-tradisi unik seperti apa yang biasa mereka lakukan? Ini dia:
Membersihkan Rumah Sebelum Hari H Tiba
Sebelum hari tahun baru Imlek tiba, dikenal tradisi membersihkan rumah. Sangat penting untuk memastikan kondisi rumah dalam keadaan bersih. Apa sih maknanya? Tradisi ini merupakan lambang keyakinan bahwa rumah akan bersih dari keburukan dan siap menerima keberuntungan di tahun yang baru.Mendekorasi Ulang Rumah
Selain dibersihkan, rumah juga didekorasi menjelang Imlek. Pintu dan jendela di cat ulang, serta ditempeli kertas yang bertuliskan kalimat atau kata-kata baik. Dekorasi biasanya dominan menggunakan warna merah, yang bagi etnis Tionghoa melambangkan sesuatu yang sejahtera dan kuat, serta membawa keberuntungan.Pakaian dan Sepatu Baru
Tradisi menjelang Imlek lainnya adalah membeli pakaian dan juga sepatu baru, serta menggunting rambut. Pakaian baru yang dikenakan pada hari Imlek biasanya berwarna merah atau warna terang lainnya. Apa maksudnya? Warga Tionghoa percaya pentingnya penampilan dan sikap baru yang optimis menghadapi masa depan. Harapannya, masa depan tetap terang dengan kamakmuran dan rizkiMelunasi atau Mengurangi Hutang
Menjelang tahun baru, warga Tionghoa melunasi atau mengurangi jumlah hutang sebagai salah satu tradisi. Harapannya, pada tahun selanjutnya tidak terbebani dengan hutang.Angpao
Makna tradisi membagikan angpao pada saat Imlek ini adalah berkaitan dengan transfer energi dan kesejahteraan. Orang yang sudah berkeluarga memberikan rizki kepada orang tua dan anak-anaknya. Begitu juga orang yang cukup mampu, harus berbagi rizki dengan yang tidak mampu.
Langganan:
Postingan (Atom)